Pertanyaan ini muncul hampir di setiap sesi konsultasi, dan jawaban jujurnya sering mengecewakan: untuk sebagian besar orang, tidak ada bedanya. Hampir semua kampus di negara tujuan populer menerima keduanya, dan tidak ada yang dianggap lebih bergengsi.
Jadi pertanyaan yang lebih berguna bukan "mana yang lebih bagus", tapi "mana yang lebih cocok dengan cara saya berbahasa Inggris". Itu yang akan kita bahas.
Perbandingan singkat
| IELTS Academic | TOEFL iBT | |
|---|---|---|
| Penyelenggara | British Council / IDP | ETS (Amerika Serikat) |
| Skala nilai | 0 โ 9 (band) | 0 โ 120 |
| Durasi | ยฑ 2 jam 45 menit | ยฑ 2 jam |
| Speaking | Tatap muka dengan penguji | Rekaman ke komputer |
| Aksen listening | Britania, Australia, Amerika | Dominan Amerika Utara |
| Format menulis | 2 tugas (grafik + esai) | 2 tugas (integrated + esai) |
| Biaya di Indonesia | ยฑ Rp 3,5 jt | ยฑ Rp 3,3 jt |
| Masa berlaku | 2 tahun | 2 tahun |
Perbedaan yang benar-benar terasa
Materi persiapan keduanya sama-sama melimpah. Yang menentukan hasil bukan bukunya, tapi format mana yang tidak membuatmu gugup di hari tes.
Speaking: manusia atau komputer
Ini pembeda terbesar, dan biasanya paling menentukan pilihan.
IELTS mendudukkanmu berhadapan dengan penguji sungguhan selama 11โ14 menit. Kalau kamu lebih hidup saat bicara dengan orang, bisa membaca reaksi, menyesuaikan nada, dan memperbaiki diri di tengah kalimat, format ini menguntungkan.
TOEFL menyuruhmu bicara ke mikrofon dengan penghitung waktu berjalan, di ruangan berisi orang lain yang juga sedang bicara. Kalau kamu justru gugup dihadapkan orang dan lebih tenang bicara ke layar, ini lebih nyaman.
Tidak ada yang lebih mudah secara objektif. Yang ada cuma soal mana yang cocok dengan temperamenmu.
Listening: satu aksen atau banyak aksen
TOEFL hampir seluruhnya beraksen Amerika Utara. Kalau telingamu terbiasa dari film dan serial Amerika, ini terasa akrab.
IELTS mencampur aksen Britania, Australia, Selandia Baru, dan Amerika. Lebih menantang, tapi sebetulnya lebih menyerupai kondisi kampus internasional yang sesungguhnya.
Reading: tipe soal
IELTS memakai beragam bentuk soal: mencocokkan judul, melengkapi kalimat, benar/salah/tidak disebutkan. Bagian "Not Given" ini yang paling banyak menjatuhkan orang, karena butuh kedisiplinan membedakan "bertentangan dengan teks" dan "tidak disebutkan di teks".
TOEFL hampir seluruhnya pilihan ganda, dengan teks yang lebih panjang dan lebih akademis. Lebih bisa ditebak polanya, tapi lebih melelahkan.
Writing: menjelaskan data atau merangkum kuliah
IELTS Task 1 menyuruhmu menjelaskan grafik, tabel, atau diagram proses. Ini keterampilan yang bisa dilatih sampai jadi rumus. Kabar baik kalau kamu suka pola yang jelas.
TOEFL menggantinya dengan tugas integrated: membaca teks, mendengarkan kuliah tentang topik sama, lalu merangkum hubungan keduanya. Butuh kemampuan mencatat sambil mendengar.
Cara memilih dalam tiga pertanyaan
1. Apakah kampus tujuanmu mensyaratkan salah satu?
Cek dulu. Sebagian kecil program, terutama di Amerika Serikat, masih lebih menyukai TOEFL, dan beberapa program kesehatan di Inggris dan Australia hanya menerima IELTS. Kalau ada syarat spesifik, pertanyaan ini selesai di sini.
2. Apakah kamu butuh nilai ini untuk visa, bukan cuma kampus?
Untuk visa Inggris dan sebagian jalur Australia, tesnya harus versi yang diakui untuk keperluan imigrasi: IELTS for UKVI, bukan IELTS Academic biasa. Salah ambil versi berarti harus tes ulang dan bayar lagi. Ini kesalahan yang lumayan sering terjadi.
3. Kalau keduanya diterima, mana yang cocok denganmu?
- Lebih nyaman bicara dengan orang โ IELTS
- Gugup dihadapkan penguji โ TOEFL
- Terbiasa aksen Amerika โ TOEFL
- Suka soal bervariasi โ IELTS
- Kuat mencatat sambil mendengar โ TOEFL
Berapa skor yang perlu dikejar
Jangan mengejar skor setinggi-tingginya. Kejar skor yang cukup, lalu alihkan waktumu ke esai dan berkas lain yang bobotnya lebih menentukan.
Sebagai gambaran umum, kebanyakan program S2 meminta IELTS 6.5 dengan tidak ada band di bawah 6.0, setara TOEFL iBT sekitar 90. Rinciannya per negara ada di tabel skor IELTS.
Berapa lama waktu persiapan yang wajar
Belajar berkelompok paling menolong untuk Speaking, bagian yang paling sulit dilatih sendirian dan paling sering jadi band terendah.
Ini pertanyaan yang jawabannya sangat bergantung dari mana kamu mulai.
| Kondisi awal | Target | Perkiraan waktu |
|---|---|---|
| Sudah terbiasa berbahasa Inggris harian | 6.5 | 4 โ 8 minggu |
| Bisa membaca, jarang bicara | 6.5 | 3 โ 4 bulan |
| Pasif, jarang dipakai sejak sekolah | 6.5 | 6 โ 9 bulan |
| Dari 6.5 ingin naik ke 7.0 | 7.0 | 2 โ 3 bulan |
Menariknya, naik dari 6.0 ke 6.5 biasanya bukan soal menambah kosakata, melainkan soal strategi mengerjakan. Banyak orang kehilangan setengah band hanya karena kehabisan waktu di Reading atau salah memahami format pertanyaan Writing Task 1.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah nilai IELTS bisa digabung dari dua kali tes?
Umumnya tidak. Sebagian besar kampus meminta satu sertifikat utuh. Beberapa kampus di Inggris dan Australia mulai menerima skema penggabungan, tapi ini pengecualian. Jangan mengandalkannya.
Berapa lama hasilnya keluar?
IELTS berbasis komputer sekitar 3โ5 hari, IELTS berbasis kertas sekitar 13 hari. TOEFL iBT sekitar 4โ8 hari. Perhitungkan ini kalau tenggat pendaftaranmu dekat.
Apakah Duolingo English Test bisa jadi alternatif?
Untuk sebagian kampus, ya, dan biayanya jauh lebih murah. Tapi penerimaannya jauh lebih terbatas, dan hampir tidak pernah diterima untuk keperluan visa. Aman dipakai hanya kalau kampus tujuanmu secara eksplisit menyebutnya.
Kalau saya ambil TOEFL ITP, apakah berlaku?
Tidak untuk kuliah di luar negeri. TOEFL ITP hanya untuk keperluan internal institusi di dalam negeri. Untuk itu, pakai TOEFL iBT.
Mana yang lebih mudah mendapat skor tinggi?
Tidak ada data yang mendukung salah satunya lebih mudah. Yang ada cuma kecocokan format. Orang yang sama bisa mendapat hasil berbeda setengah band tergantung format mana yang lebih sesuai dengan caranya bekerja.
Satu saran praktis
Ambil simulasi gratis untuk keduanya sebelum mendaftar tes berbayar. Satu sesi latihan biasanya cukup untuk merasakan mana yang lebih nyaman. Dan itu jauh lebih berguna daripada membaca sepuluh artikel perbandingan, termasuk yang ini.
Setelah itu, masukkan jadwal tesnya ke rencana besarmu. Kalau belum punya, timeline persiapan 18 bulan bisa jadi kerangkanya.