Bahasa

Cara Belajar IELTS Otodidak: Bagian yang Bisa Dikejar Sendiri, dan yang Tidak

Listening dan Reading bisa naik sendirian. Writing hampir selalu berhenti di angka yang sama sampai ada yang mengoreksinya.

Belajar IELTS sendiri itu mungkin, dan banyak yang berhasil. Tapi ada satu bagian yang hampir tidak bisa dikerjakan sendirian, dan orang biasanya baru sadar setelah dua kali tes dengan skor yang sama.

Artikel ini membahas bagian mana yang benar-benar bisa kamu kejar otodidak, bagian mana yang tidak, dan urutan belajar yang paling jarang membuang waktu.

Kalau kamu masih memilih antara dua tes, baca dulu IELTS atau TOEFL. Kalau belum tahu skor berapa yang kamu butuhkan, tabel syarat skor per negara lebih berguna dibaca lebih dulu, karena target menentukan seluruh cara belajarmu.

Mulai dari tes diagnostik, bukan dari materi

Kesalahan paling umum adalah langsung membeli buku lalu mengerjakannya dari halaman satu.

Yang jauh lebih efisien: kerjakan satu set tes lengkap dulu, dalam kondisi waktu yang sebenarnya, sebelum belajar apa pun. Hasilnya akan memberi tahu tiga hal yang tidak bisa kamu tebak sendiri:

  1. Jarak antara posisimu sekarang dan targetmu
  2. Section mana yang paling tertinggal
  3. Apakah masalahmu kemampuan bahasa, atau strategi mengerjakan

Poin ketiga penting. Banyak orang punya bahasa Inggris yang cukup tapi kehabisan waktu di Reading, atau kehilangan poin di Listening karena tidak terbiasa dengan aksen. Itu bukan masalah bahasa, dan cara memperbaikinya sama sekali berbeda.

Materi latihan resmi tersedia gratis di situs IELTS dan British Council. Pakai yang resmi untuk tes diagnostik, karena tingkat kesulitan soal dari sumber tidak resmi sering tidak akurat dan bisa membuatmu salah menilai posisi.

Tumpukan buku dengan buku catatan terbuka dan pena di atas meja kayuSatu set tes lengkap di awal lebih berharga daripada dua minggu pertama membaca teori. Tanpa itu, kamu belajar tanpa tahu apa yang perlu diperbaiki.

Bagian yang bisa dikejar sendirian

Listening dan Reading. Dua ini jawabannya objektif, benar atau salah, jadi kamu bisa menilai diri sendiri dengan akurat. Inilah bagian yang paling cocok dikerjakan otodidak, dan biasanya paling cepat naik.

Yang bekerja untuk Listening:

Yang bekerja untuk Reading:

Bagian yang sulit dikerjakan sendirian

Writing dan Speaking. Keduanya dinilai manusia memakai kriteria yang tidak bisa kamu terapkan ke tulisanmu sendiri secara objektif.

Masalahnya spesifik: kamu tidak bisa melihat kesalahan yang tidak kamu ketahui keberadaannya. Esai yang menurutmu sudah bagus bisa berhenti di band 6.0 karena pola kalimat yang berulang, atau karena struktur argumen yang tidak sesuai kriteria penilaian, dan tidak ada cara mengetahui itu tanpa seseorang yang paham kriterianya membacanya.

Inilah kenapa banyak orang stagnan. Listening dan Reading naik, Writing berhenti di angka yang sama dari tes ke tes.

Tiga cara menyiasatinya, dari yang paling murah:

Pelajari kriteria penilaiannya sendiri. Band descriptors untuk Writing dan Speaking diterbitkan resmi dan bisa diunduh gratis. Banyak orang belajar bertahun-tahun tanpa pernah membacanya. Ini bacaan paling bernilai per menitnya di seluruh persiapan IELTS.

Rekam Speaking-mu sendiri lalu dengarkan. Tidak nyaman, tapi efektif. Kamu akan mendengar pengulangan kata, jeda, dan kalimat yang menggantung yang tidak terasa saat berbicara.

Bayar untuk koreksi Writing saja. Kalau anggaranmu terbatas, ini pos yang paling layak dibayar. Tidak perlu kursus penuh. Beberapa kali koreksi esai dengan umpan balik spesifik sering lebih berdampak daripada dua bulan latihan sendiri.

Rencana 10 minggu yang realistis

Untuk naik sekitar 0,5 sampai 1,0 band, dengan 1 sampai 2 jam per hari:

MingguFokus
1Tes diagnostik lengkap, baca band descriptors, tentukan target per section
2 sampai 4Listening dan Reading intensif, kenali semua jenis soal
5 sampai 7Writing Task 1 dan Task 2, satu esai per dua hari, minta koreksi
8 sampai 9Speaking, rekam dan dengarkan, latih Part 2 dengan timer
10Dua tes simulasi lengkap, perbaiki yang masih bocor

Catatan yang penting: jangan membagi waktu rata ke empat section. Bagi berdasarkan jarak masing-masing section ke targetmu. Kalau Reading sudah 7.0 dan Writing masih 5.5, porsi waktunya tidak boleh sama.

Ruang baca perpustakaan dengan meja panjang dan lampuKonsistensi mengalahkan intensitas. Satu jam setiap hari selama sepuluh minggu memberi hasil jauh lebih baik daripada delapan jam di akhir pekan.

Tanda bahwa otodidak sudah tidak cukup

Beberapa sinyal yang biasanya berarti sudah waktunya mencari bantuan:

Yang terakhir itu paling sering diremehkan. Naik dari 5.5 ke 7.0 dalam dua bulan sambil bekerja penuh waktu jarang terjadi, dan memaksakannya biasanya berakhir dengan biaya tes yang terbuang.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk naik satu band?

Patokan yang umum dipakai adalah sekitar 150 sampai 200 jam belajar terarah untuk naik satu band penuh, tapi ini sangat bergantung posisi awal. Naik dari 5.0 ke 6.0 biasanya lebih cepat daripada naik dari 6.5 ke 7.5, karena di band atas yang dinilai adalah hal-hal yang lebih halus.

Apakah aplikasi gratis cukup untuk persiapan?

Cukup untuk Listening dan Reading, dan cukup untuk membiasakan format. Tidak cukup untuk Writing, karena tidak ada aplikasi yang bisa menilai esaimu dengan kriteria yang sama seperti penguji.

Sebaiknya ikut tes berapa kali?

Idealnya sekali. Setiap tes berbiaya, dan mengulang tanpa memperbaiki penyebabnya hanya mengulang hasil yang sama. Ikut tes saat skor simulasimu sudah konsisten di atas target selama dua kali berturut-turut.

Apakah hasil simulasi di rumah akurat?

Mendekati, kalau memakai materi resmi dan kondisi waktu yang sebenarnya. Umumnya skor tes asli sedikit di bawah simulasi di rumah, karena tekanan dan kelelahan. Beri jarak aman sekitar 0,5 band saat menilai kesiapanmu.

Kapan waktu terbaik ikut tes dibanding tenggat pendaftaran?

Setidaknya tiga bulan sebelum tenggat kampus. Itu memberi ruang untuk satu kali pengulangan kalau diperlukan, tanpa membuat seluruh rencana berangkatmu bergantung pada satu kali kesempatan.

Yang paling menentukan

Dari semua yang saya tulis di atas, dua hal yang paling membedakan orang yang berhasil otodidak dan yang tidak: mereka mulai dengan tes diagnostik, dan mereka mencari umpan balik untuk Writing.

Sisanya soal konsistensi, dan itu sepenuhnya di tanganmu.

Konsultasikan target skormu →

Masih ada yang ingin ditanyakan?

Kirim pertanyaanmu langsung ke Nabila lewat WhatsApp. Pesannya sudah disiapkan sesuai artikel ini, tinggal kirim, lalu lanjutkan dengan pertanyaanmu sendiri.

Tanya lewat WhatsApp